Kenalkan Warisan Budaya, Kunjungi Kerajinan Kumpang Parang
SLBN Daha Selatan (SLBN Dahsat) terus memperluas wawasan para siswanya dengan memperkenalkan kekayaan budaya dan kerajinan lokal daerah Daha. Dalam rangkaian kegiatan edukasi luar kelas, para murid berkesempatan mengunjungi bengkel pengrajin kumpang (sarung senjata tajam tradisional) untuk melihat proses produksinya secara langsung, Selasa (10/03/2026).
Dalam kunjungan tersebut, para siswa tampak duduk bersama pengrajin dan mengamati dengan saksama teknik menghaluskan serta mengukir kayu hingga menjadi sarung parang yang bernilai seni tinggi. Kegiatan ini memberikan pengalaman sensorik dan visual yang sangat berharga bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah tersebut.
Kecamatan Daha memang dikenal sebagai sentra industri logam dan kayu di Kalimantan Selatan. Melalui kunjungan ini, SLBN Daha Selatan berupaya agar para siswa tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, tetapi juga memahami proses kreatif di balik produk unggulan daerah mereka.
"Kami ingin mendekatkan siswa dengan realita ekonomi dan budaya di lingkungan mereka. Belajar langsung dari pengrajin memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan hanya melihat di buku. Ini adalah bagian dari upaya kami melestarikan warisan budaya sejak dini kepada para siswa," ungkap Nizar, S.Pd. guru pendamping.Seni pembuatan kumpang parang membutuhkan ketekunan dan ketelitian tinggi. Dengan melihat pengrajin bekerja, para siswa diajak untuk memahami nilai kerja keras dan kesabaran. Salah satu siswa bahkan terlihat antusias mencoba memegang bahan kayu yang sedang diproses, didampingi oleh pengrajin yang dengan sabar menjelaskan tahap-tahap pembuatannya.
Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat memicu minat bakat siswa dalam bidang seni kriya atau pertukangan kayu, yang nantinya bisa dikembangkan menjadi keahlian vokasional mandiri saat mereka lulus sekolah nanti.


